HOME
Proses pembentukan koperasi simpan pinjam (KSP) ini mungkin termasuk peristiwa agak langka terjadi, dimana sekelompok masyarakat dalam suatu Banjar (setingkat rukun warga/RW) bersepakat dan memilih untuk mendirikan KSP. Masyarakat di lingkungan Banjar Panti-Intaran, Kota Denpasar, mengadakan musyawarah dan permufakatan yang nyaris tanpa intervensi apalagi imbauan aparat untuk mendirikan lembaga koperasi.
Disebut agak langka karena yang umum berlangsung adalah adanya iming-iming atau keinginan untuk memanfaatkan fasilitas maka sekelompok orang berhimpun dalam koperasi agar dapat kecipratan rezeki. Kejadian seperti ini sudah dianggap biasa dan normal walaupun pada akhirnya bentuk-bentuk 'koperasi merpati' seperti itu biasanya hanya seumur jagung.
Eksistensi koperasi ini seakan menepis hipotesis sementara kalangan bahwa koperasi yang didirikan setelah tahun 1998 banyak yang berguguran atau layu sebelum berkembang. Maklum, memang tergolong aji mumpung (koperasi merpati) atau koperasi pedati yang hanya bisa maju apabila diberi dorongan. Manakala bahan bakar pendorong habis menguap lalu tamatlah riwayat koperasi itu. Tinggallah para anggota menanggung rindu kapan simpanan atau modal mereka dapat diterima kembali dan umumnya bak burung pungguk merindukan bulan. Sampai sekarang belum pernah terdengar adanya koperasi yang bangkrut dinyatakan pailit tetapi modal anggotanya terselamatkan. Bahkan pihak birokrasi pun lebih aman cuci tangan. Maka koperasi inipun sebenarnya berada di luar arus anggapan banyak kalangan dan meraih sukses tanpa dikenal orang mungkin lebih aman, sebab dengan populer atau terkenal seringkali menjadi beban waktu dan biaya.
Maka dari itulah KSP Citra Mandiri ini dibangun, atas dasar kebersamaan untuk kebaikan kita bersama.