Dampak BI Rate Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI rate menjadi 6,75 persen dan bunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi 7,25 persen diperkirakan akan mendorong bunga pinjaman.
read more February, 11. 2011BI Rate Bankir mengatakan, kenaikan suku bunga acuan atau BI rate tak akan langsung direspons oleh perbankan dalam waktu dekat. Bank akan menghitung berapa besar kenaikan suku bunga acuan terhadap risiko bisnis
read moreKenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI rate menjadi 6,75 persen dan bunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi 7,25 persen diperkirakan akan mendorong bunga pinjaman.
Namun Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar melarang bank-bank plat merah merah menaikkan suku bunga pinjaman. Sedang untuk bunga simpanan bisa mengikuti dinaikkan.
Mustafa bilang, bila bunga pinjaman tidak naik, sementara bunga simpanan meningkat, beban bank akan meningkat. Ini akan mengurangi besarnya selisih bunga bersih atawa net interest margin (NIM). "Bila NIM berkurang, bank akan lebih efisien," kata Mustafa, Kamis (10/2/2011).
Menurutnya, efisiensi itu tidak hanya di bank plat merah saja. Namun, juga akan berimbas ke bank-bank yang lain. Hal ini karena, empat bank BUMN merupakan bank besar yang menjadi patokan industri.
Selain itu, penahanan bunga pinjaman itu juga akan meningkatkan penyaluran kredit. Menurutnya, bila suku bunga pinjaman tetap, permintaan kredit bakal meningkat, sehingga bisa mendorong pertumbuhan aset industri perbankan sekitar 20 persen-22 persen di tahun ini. (Nina Dwiantika/Kontan)
Sumber : bisniskeuangan.kompas.com